Resmikan Patung Soekarno, Sejumlah Menteri Hadir Dampingi Jokowi

By Admin

nusakini.com-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Monumen Pendiri Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Soekarno. Sejumlah menteri jajaran kabinet kerja hadir dalam acara peresmian tersebut. 

Tampak mendampingi Presiden di antaranya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. 

Selain itu ada juga, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan) Asman Abnur, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Rektor IPDN Ermaya Suradinata sertaa jajaran eselon I Kementerian Dalam Negeri. 

Patung Bung Karno berwarna putih sambil memegang tongkat tersebut, berada di depan Gedung Rektorat Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (Jabar). 

Menurut Tjahjo, pembangunan monumen merupakan bentuk penghormatan untuk Bung Karno. APDN merupakan sekolah kepamongprajaan pertama kali dirintis Bung Karno di Malang, Jawa Timur pada 1956. 

“Untuk menghargai itu, kami bangun monumen ini. Nanti cabang IPDN juga akan buat monumen serupa,” kata Tjahjo. 

Sementara itu, Ermaya mengatakan, alumni atau lulusan IPDN diharapkan dapat mengetahui pendiri IPDN. “Saya kira untuk menghargai siapa yang membangun IPDN, jangan sampai alumni IPDN enggak tahu yang mendirikan IPDN,” kata Ermaya. 

Sekadar diketahui, sebelum peresmian monumen, Presiden melantik 1.921 pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXIII 2016 di lapangan Kampus IPDN Jatinangor. 

“Saya mengucapkan selamat kepada pamong praja muda yang telah lulus menempuh pendidikan di IPDN. Inilah awal pengabdian panjang saudara sebagai aparatur sipil negara (ASN) untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Presiden dalam amanatnya. 

Menurut Presiden, lulusan IPDN akan menjadi ujung tombak negara dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, responsif dan berkualitas. “Sehingga negara selalu hadir di tengah rakyatnya. Saudara harus bisa menjadi pelopor reformasi birokrasi di institusi pemerintahan,” ujarnya. 

Presiden meminta pamong praja muda menjadi pribadi terdepan dalam menciptakan revolusi karakter mental. “Perubahan pola pikir, sistem tata pemerintahan. Harus menjadi teladan dalam membangun optimisme, sikap yang berani mengambil terobosan,” katanya.(p/ab)